Karakter Suara dan Cara Pemasteran Burung Murai Batu


Jenis dan karakter kicauan murai batu  bermacam-macam. Menurut Om Herry Aceh di forum Murai Batu. karakter tersebut antara lain:
1. Murai Batu yang dominan ngerol.
2. Murai Batu yang dominan nembak
3. Murai Batu yang mengkombinasikan antara ngerol dan nembak

Om Herry selanjutnya mengatakan, jika kita dapat menilai karakter atau tipikal dari kicauan Murai Batu yang kita miliki, maka akan mudah bagi kita dalam memaster Murai Batu tersebut. Ada sedikit korelasi antara jenis dan tingkat ketebalan paruh dengan karakter kicauan dari Murai Batu, tapi perlu diingat, ini baru sebatas hipotesis. Murai Batu dengan paruh pendek dan tipis lebih berkarakter ngeroll, sedangkan Murai Batu dengan paruh panjang lebih berkarakter nembak.
“Jika kita sudah dapat memahami karakter kicauan Murai Batu kita, maka untuk memaster Murai Batu tersebut dibutuhkan penyesuaian jenis suara master agar Murai Batu dapat memaster suara masterannya dengan baik,” katanya.
Intinya, demikian Herry, Murai Batu akan lebih mudah dimaster jika kita dapat menyesuaikan jenis suara master dengan karakter kicauannya. Contoh kecil, jika kita memiliki Murai Batu dengan karakter ngerol, maka burung atau suara kenari yang juga berkarakter ngerol akan mudah dimaster ke Murai Batu. Demikian juga sebaliknya, jika Murai Batunya berkarakter nembak, maka suara kenari akan sulit dimaster ke Murai Batu tersebut.
Makanya jangan heran jika Murai Batu kita sudah lama ditempel dengan kenari, tapi suara kenarinya tidak masuk ke Murai Batu, malah suara lain yang lebih cepat masuk ke Murai Batu tersebut.

Berkaitan dengan persoalan memaster Murai Batu ini, saya menyampaikan tips untuk “penggila lomba”. Begini:
Kalau Anda sudah mengenali karakter suara Murai Batu Anda, maka jangan pernah diisi dengan beragam isian ketika waktunya memaster. “CUKUP DIISI DENGAN SATU ISIAN” saja. Katakanlah Murai Batu Anda sesuai diisi dengan suara Cucak Jenggot, maka isi saja dengan itu. Hilangkan semua suara lain yang merangsang Murai Batu untuk menirukannya. Tujuannya jelas, agar si Murai Batu mahir menyuarakan suara Cucak Jenggot tapi relatif “bego” mendendangkan suara lain.
Artinya, benar2 hanya suara Cucak Jenggot yang selalu ditembakkan Murai Batu Anda ketika digantang di lapangan. Dengan tanpa memiliki “referensi” lain, maka ketika Murai Batu Anda ngotot menyemprot lawan kesana kemari di lapangan, benar2 sangat monoton menyuarakan Cucak Jenggot. Tetapi itu luar biasa, akan terdengar sangat-sangat dominan.
Begitu juri melakukan kontrol (putar) pertama, dia akan ditarik perhatiannya pada suara Murai Batu Anda. Demikian pula halnya ketika kontrol kedua dan ketiga. Maka yakinlah bahwa Murai Batu Anda bakal mendapat nilai mentok dari semua juri (juri dalam kondisi “normal”).
Murai Batu seperti ini, kalahnya hanya oleh Murai Batu yang selalu nembak keras dengan suara variatif. Tetapi Murai Batu bersuara variatif yang bisa dikeluarkan semua di lapangan, adalah seribu:satu.
Tips ini saya sampaikan berdasar catatan saya atas penampilan Murai Batu orang Magelang (Borobudur namanya kalau saya tidak salah ingat; milik “Gank” New Armada) satu-dua tahun lalu. Dia menyabet favorit B karena dari awal sampai akhir selalu menembakkan suara LB (padahal bukan crecetannya, tetapi sekadar suara “cing-cing-cing”-nya). Tetapi pada akhirnya memang sangat2 terdengar mendominasi.

Pos ini dipublikasikan di Burung, Murai, Peternakan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s